Secara umum fotografi pada herpetofauna sama dengan fotografi pada umumnya, tetapi memiliki beberapa trik khusus agar foto herpetofauna yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Saya hanya akan menyampaikan beberapa saran yang saya dapt dari materi kuliah fotografi herpetofauna dan hasil sharing dengan orang-orang yang lebih berpengalaman serta sedikit pengalaman di lapang.
Herpetofauna adalah sebutan untuk amfibi dan reptil. Keduanya merupakn satwa yang memiliki ukuran tubuh relatif kecil, walaupun banyak juga yang memiliki ukuran tubuh besar. Sebagian besar herpetofauna merupakan satwa yang nikturnal atau aktif pada malam hari. Berdasarkan keadaan diatas maka, dalam fotografi herpet sangat diperlukan teknik atau mode makro yang menempatkan objek hampir sepenuh frame. Saat ini hampir semua jenis kamera digital baik camera pocket, prosummer, maupun SLR sudah memiliki mode makro dalam mode setting kamera. Sehingga sudah dapat memudahkan pengambilan gambar, hanya tinggal bagaimana kita menentukan komposisi fotonya. Teknik makro juga dapat digunakan dengan mode full auto, tetapi sebaiknya tidak menggunakan manual karena akan menyulitkan, sedangkan herpetofauna aktif di malam hari dan melakukan pergerakan juga. Fokus yang baik dalam pengambilan objek herpetofauna yaitu gambar yang dihasilkan fokus dari moncong/mulut sampai mata. Untuk teknik pengambilan gambar pada camera pocket atau SLR dengan lensa standar biasanya bisa dengan cara mendekatkan kamera pada objek daan menggunakan optical zoom maksimal pada kamera. Jangan pernah menggunakan digital zoom (untuk camera pocket atau prosummer) karena gambar yang dihasilkan akan tidak maksimal.
Selain itu sebagian besar gambar herpet daiambil pada malam hari yang berarti minim cahaya, maka diperlukan cahaya tambahan dan ISO yang tinggi. ISO yang digunakan biasanya diatas 800, bisa 1600 atau 3200 tapi kadang terjadi efek samping berupa timbulnya noise pada gambar yang dihasilkan. Flash sangat diperlukan dalam pengambilan gambar herpet. Cahaya tambahan dari senter atau headlamp juga diperlukan. Salah satu cara untuk mengatasi kurangnya cahaya dengan mengarahkan senter kepada objek (herpet).
Dalam fotografi herpetofauna biasanya satwa ditangkap terlebih dahulu kemudian dibuat semacam ‘stidio alam’ dan dilekukan penyetingan dengan satwa sebagi ‘modelnya’. Studio yang dibuat tetap harus menyerupai habitat asli satwa yang ditemukan. Tetapi tetap perlu dilakukan “safety shooting” yaitu pengambilan gambar saat satwa pertama kali ditemukan di habitat aslinya.
Sebenarnya masih banyak cara yang dapat digunakan dalam fotografi herpetofauna. tpi yang namanya fotografi berarti jadi diri sendiri ga perlu terpaku sama aturan ini itu. aturan yang perlu dipatuhi cuma satu : foto dengan hati
have a nice try :D